Tampilkan postingan dengan label Eksposisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksposisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Mekanisme Perbaruan STNK


Tidak sulit menemukan Kantor Samsat Bantul. Telusuri saja Jalan Bantul, terus sampai tiba di Kota Bantul, dan kita akan menemukan papan penunjuk arahnya. Letak kantornya memang tidak di pinggir jalan raya kota, tetapi agak masuk ke jalan-jalan kecil. Karena di setiap belokan sudah ada papan penunjuknya, kita tidak akan tersesat.
Hari itu, saya ke sana untuk mengurus perbaruan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK). Secara berkala, STNK akan mengalami perpanjangan atau perbaruan. Tahun ini, saya berinisiatif untuk mengurusnya sendiri, tidak lagi menggunakan biro jasa seperti tahun sebelumnya. Ternyata, tidak ribet-ribet amat.

Berikut ini langkah-langkahnya:
a)    Loket 2A: Cek Fisik
Sepeda motor yang hendak diperbarui STNK-nya mula-mula dibawa ke loket 2A di samping kantor. Di sini, akan dilakukan cek fisik dimana ada petugas yang akan menggesekkan suatu kertas ke rangka mesin sepeda motor kita. Nomor rangka mesin tersebut nantinya timbul di kertas yang dimaksud. Petugas lalu menyerahkan kertas dengan nomor rangka mesin itu kepada kita untuk selanjutnya diserahkan kepada petugas di loket. Petugas di loket akan meminta fotokopi STNK berikut aslinya, fotokopi KTP berikut aslinya, dan fotokopi BPKB tanpa aslinya. Semua akan distapleskan di surat pengantar pengambilan formulir. Biaya yang dikeluarkan di loket ini sebesar Rp10.000,-
b)    Loket 3A: Layanan Formulir
Surat pengantar tadi kemudian diserahkan ke loket 3A yang terletak di dalam kantor. Kita meletakkannya di keranjang kecil yang ada di depan jendela loket, lalu menunggu nama kita dipanggil. Dan begitu dipanggil, petugas akan memberikan formulir isian dan memberitahukan kita bahwa biayanya Rp80.000,- Selanjutnya, formulir tersebut kita isi dengan data-data yang ada di STNK dan di KTP kita. Tak lupa pula tanggal hari itu dan tanda tangan kita.
c)     Loket 3B: Pengesahan Ulang
Setelah selesai mengisi formulir, formulir lalu diserahkan ke loket 3B. Sama seperti sebelumnya, kita menaruhnya di keranjang kecil di depan jendela loket. Kita kembali menunggu sampai nama kita dipanggil. Sebentar kemudian, nama kita pun dipanggil dan petugas meminta kita menunjukkan BPKB asli. Selanjutnya, kita akan diminta menunggu di depan loket 4B.
d)    Loket 4B: Pengambilan Resi Balik Nama
Di sini, kita menunggu agak lama. Sebab setelah menunjukkan BPKB tadi, agaknya petugas memindahkan data-data isian formulir kita ke komputer. Kita bisa menunggu sembari menonton televisi yang ada di tengah ruangan. Begitu nama kita dipanggil, kita diberikan selembar kertas kecil oleh petugas yang berisikan jumlah nominal yang harus dibayarkan. Petugas juga mengembalikan KTP asli kita. Kita pun diarahkan menuju kasir, baik itu kasir I atau kasir II.
e)    Loket 5A – Kasir II: Pengesahan Ulang PKB
Saya mendapat tempat di kasir II yang merupakan bagian dari loket 5A. Kita akan mengantre giliran untuk membayar. Tertera di kertas kecil saya: PKB Rp118.500,- dan SWDKLLJ Rp35.000,- sehingga totalnya sejumlah Rp153.500,- Selanjutnya, setelah membayar, kita diminta ke loket 6 untuk mengambil STNK baru.
f)      Loket 6: Pengambilan STNK dan TNKB/Plat Nomor
Kita kembali menunggu agak lama di sini. Dan begitu nama kita dipanggil, kita akan mendapatkan STNK baru kita, beserta plastik pembungkusnya. Karena STNK tersebut diperbarui, bukan diperpanjang, tentu kita juga akan mendapatkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) baru. TNKB itu akan diberikan beberapa hari kemudian, tanggalnya akan disertakan di STNK baru kita.

Bicara soal jam buka kantor, di dinding kantor sudah terpampang jelas papan jadwalnya. Hari Senin – Kamis pukul 08.00 – 13.00, lalu hari Jum’at pukul 08.00 – 11.45, dan hari Sabtu pukul 08.00 – 12.30. Di beberapa sudut ruangan, juga terpampang papan-papan lainnya di dinding, seperti Mekanisme Pengurusan STNK dan Pembayaran PKB, Persyaratan Pengurusan STNK dan Pajak Kendaraan Bermotor, PP No.50 Tahun 2010 tentang Biaya Pengurusan, dan Nilai-nilai Budaya Kerja.
Tak lupa pula terpajang papan bertuliskan visi dan misi kantor yang ditandatangani tiga petinggi sekaligus, yaitu Kepala Kepolisian Resor Bantul yang diwakili a.n. Kepala Satuan Lalu Lintas, lalu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah Provinsi DIY Kab. Bantul, dan Kepala Unit Teknik PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang DIY. Masing-masing tanda tangan disertai pula dengan logo instansi terkait, yaitu Logo Kepolisian DIY, Logo Provinsi DIY, dan Logo Perusahaan Jasa Raharja.
Selesai sudah proses perbaruan STNK saya. Waktu yang saya habiskan sekitar satu jam setengah, saya mulai mengurus jam setengah sembilan dan selesai semuanya jam sepuluh kurang sedikit. Dari awal loket sampai akhir loket, total biaya seluruhnya jadi Rp243.500,- Saya pikir cukup besar juga untungnya bagi biro jasa, mengingat tahun lalu biaya yang saya keluarkan mencapai Rp300.000-an, padahal itu perpanjangan yang mungkin lebih murah dari perbaruan. Ah, tidak masalah… Yang penting saya tahu bagaimana pengalamannya, baik yang melalui biro jasa maupun mengurus sendiri…

Selasa, 01 Maret 2011

Persiapan Pencapan: Cara Afdruk Screen Printing


Pencapan (printing) adalah proses pelekatan zat warna pada kain dengan menimbulkan motif atau corak tertentu. Bahasa kerennya: sablon. Proses pemberian warna secara setempat ini dilakukan dari kain cap ke bahan tekstil yang akan dicap.
Kain cap terdiri dari kain kasa yang dibentangkan pada suatu rangka, disebut sebagai kassa print (screen). Kain kasa itu sendiri biasanya terbuat dari serat poliamida atau poliester yang dikenal dengan banyak nama dagang, seperti: Monyl, Nybolt, Estal, Nytal, dan lain-lain. Kain kasa tersebut diberi nomor sesuai dengan jarang (rapatnya) anyaman. Sebagai contoh, Monyl 54. Artinya, kain kasa memiliki mesh count sebanyak 54 helai per sentimeter.
Secara keseluruhan, tahapan proses pencapan diurutkan sebagai berikut:
1.       Persiapan kain
2.      Persiapan gambar
3.      Persiapan kasa cap
4.      Persiapan pasta cap
5.      Persiapan alat (mesin) cap
6.      Proses pencapan
7.      Proses pengeringan
8.      Proses fiksasi zat warna
9.      Proses pencucian
10.   Pengeringan setelah pencucian

Pada percobaan ini, akan dilakukan persiapan pencapan dengan cara afdruk screen printing. Proses pengafdrukan adalah proses pemindahan atau penduplikasian gambar ke dalam screen. Proses pengafdrukan ini merupakan proses penting yang sedikit banyak memengaruhi hasil sebuah pekerjaan sablon (pencapan/printing). Proses ini termasuk bagian atau salah satu metode dari tahapan nomor 2, yaitu persiapan gambar. Inti dari pengafdrukan screen printing adalah menyinari kertas gambar yang telah diolesi dengan obat afdruk (pengental/emulsi) untuk menimbulkan gambar ke dalam screen melalui pencahayaan.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam afdruk screen printing adalah:
·         Gelatin bikromat (Ulano)
·         Tinta permanen (Opaque)
·         Air panas
·         Air dingin

Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah:
·         Kassa print
·         Gelas piala atau pengaduk
·         Kuas
·         Kertas gambar; bisa berupa kertas mika, kertas film, atau kertas kalkir
·         Rakel atau penggaris plastik, yang disesuaikan ukurannya dengan kassa print
·         Kotak lampu neon
·         Kaca bening, spons (busa), papan triplek, dan bantalan kayu (yang masing-masing tersebut disesuaikan ukurannya dengan kassa print)
·         Pengering; bisa berupa kipas angin atau hair dryer
·         Semprotan air (spray)

Langkah-langkah afdruk screen printing dijelaskan sebagai berikut:
a)     Membuat larutan peka cahaya dari gelatin bikromat dengan perbandingan gelatin : bikromat adalah 4 : 1.
b)     Menuangkan larutan tersebut pada permukaan kassa print, lalu mengolesi seluruh permukaannya hingga rata dengan menggunakan rakel.
c)      Mengeringkan permukaan kassa print dengan pengering.
d)     Membuat gambar di atas kertas gambar (dalam percobaan ini, penulis menggunakan kertas mika) dengan kuas dan tinta permanen.
e)     Mengeringkan gambar dengan pengering sampai benar-benar kering supaya saat dipindah ke screen yang sudah diolesi gelatin bikromat nantinya tidak meluber.
f)       Meletakkan kertas gambar yang sudah digambar tadi pada kassa print dengan posisi terbalik. Urutan peralatan dari bawah ke atas adalah: kotak lampu neon, kaca bening, kertas gambar, kassa print, spons, papan triplek, dan bantalan kayu. Proses penyinaran atau penempelan gambar ini berlangsung selama 7 – 10 menit.
g)     Menyiram permukaan kassa print dengan air panas secukupnya.
h)     Menyemprot permukaan kassa print dengan air dingin melalui semprotan air sampai area gambar yang tertutupi gelatin bikromat berlubang.
i)       Mengeringkan screen atau kassa print.

Ketika mengolesi permukaan screen dengan larutan peka cahaya, larutan tersebut harus benar-benar rata. Larutan diusahakan sama komposisinya di seluruh permukaan. Hal ini untuk menghindari ikut berlubangnya permukaan screen yang tertutupi gelatin bikromat, namun tidak mengikuti motif gambar. Jika itu terjadi saat penyemprotan, gambar menjadi tidak rapi. Selain itu, ketika menyiram permukaan screen dengan air panas, seluruh permukaannya harus benar-benar tersiram. Tetapi pada saat penyemprotan dengan air dingin, hanya area gambar yang tertutupi gelatin bikromat saja yang disemprot. Untuk mendapatkan gambar yang rapi, sesuaikan putaran spray sesuai dengan yang diinginkan.
Oh ya, langkah a, b, c, dan f dilakukan dalam ruang tertutup yang tidak terkena cahaya langsung. Ruang ini dapat berupa bilik kecil yang sisi-sisi dimana cahaya masuk ditutupi kain hitam atau kertas asturo hitam. Hal ini untuk mengondisikan larutan peka cahaya yang akan rusak strukturnya jika terkena cahaya langsung.
Selamat praktikum, selamat mencoba.